Selasa, 21 Desember 2010

OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN

OTAK: SUMBER PIKIRAN DAN KEPRIBADIAN

Pengenalan Otak

Otak (encephalon) merupakan pusat sistem saraf (central nervous system) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak merupakan dasar dari kesadaran, persepsi, kesadaran dan emosi. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.
Sistem Saraf: Sebuah Cetak Biru Dasar
Sistem saraf adalah sistem organ pada hewan yang terdiri atas sel neuron yang mengkoordinasikan aktivitas otot, memonitor organ, membentuk atau menghentikan masukan dari indra, dan mengaktifkan aksi. Komponen utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel neuroglia, neuron memainkan peranan penting dalam koordinasi. Sistem saraf pada vertebrata secara umum dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat (central nervous system/CNS) berfungsi untuk menerima, memproses, menginterpretasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang, seperti informasi mengenai rasa, suara, bau, warna, tekanan pada kulit, dan lain-lain. Sistem saraf pusat juga mengirimkan pesan untuk otot, kelenjar, dan organ internal.
Sistem saraf pusat ini meliputi otak (ensephalon) dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput meninges. Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut meningitis.
Sistem Saraf Perifer
Sistem saraf perifer (peripheral nervous system/PNS) berfungsi menangani pesan informasi yang masuk dan keluar dari sistem saraf pusat. Sistem saraf perifer meliputi semua bagian dari sistem saraf yang terletak di luar otak dan saraf tulang belakang, sampai dengan saraf di ujung jari tangan dan jari kaki.
Sistem saraf perifer terdiri dari sistem saraf somatic, yang berperan dalam sensasi dan gerakan-gerakan volunter; serta sistem saraf otomik yang berperan dalam mengatur berbagai pembuluh darah, kelenjar, dan organ-organ internal. Biasanya sistem saraf otomik berfungsi tanpa adanya kontrol yang disadari. Sistem saraf otomik dibagi menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Komunikasi dalam Sistem Saraf
Struktur Neuron
Unit dasar dari sistem saraf disebut neuron. Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson. Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Setiap neuron hanya mempunyai satu akson dan minimal satu dendrit.
Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar akson terdapat lapisan lemak disebut mielin yang merupakan kumpulan sel Schwann yang menempel pada akson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf mielin. Membran plasma sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi mielin adalah melindungi akson dan memberi nutrisi. Bagian dari akson yang tidak terbungkus mielin disebut nodus Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.
Komunikasi antara dua neuron berlangsung di sinapsis. Terdapat banyak sinapsis yang belum terbentuk ketika kita lahir. Selama berkembang, kematangan fisik dan pengalaman lingkungan dapat berperan dalam pertumbuhan akson-akson dan dendrit-dendrit. Dalam kehidupannya, pengetahuan baru akan membentuk koneksi-koneksi sinapsis yang baru di otak. Maka dapat disimpulkan bahwa jaringan otak tidak bersifat tetap, namun selalu berubah sebagai responnya terhadap berbagai informasi, tantangan, dan perubahan di lingkungan, fenomena ini disebut sebagai plastisitas.
Ketika impuls saraf mencapai terminal akson, impuls saraf itu harus memperoleh pesan ketika melintasi celah sinapsis ke sel yang lain. Pada titik ini, gelembung sinapsis terbuka dan melepaskan beberapa ribu molekul dari sebuah bahan kimia yang disebut neurotransmitter.
Pesan Kimiawi di dalam Sistem Saraf
• Neurotransmiter
Neurotransmiter merupakan pengirim pesan yang berguna. Neurotransmiter memungkinkan satu neuron untuk dapat membangkitkan atau menghambat kerja neuron lainnya. Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, melainkan juga terdapat di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa kelenjar. Melalui efek yang ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan. Sifat dasar dari efek yang akibatkan tergantung pada tingkat neurotransmiter, lokasinya, dan jenis reseptor yang diikatnya.
• Endorphin: Narkotika Alamiah Otak
Endorphin merupakan narkotika alamiah otak. Endorphin (Endogenous Opioid Peptides) memiliki efek yang serupa dengan narkotika alami, yaitu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa gembira. Endorphin memainkan peran dalam meningkatkan nafsu makan, aktifitas seksual, tekanan darah, suasana hati, belajar, dan ingatan. Beberapa endorphin berfungsi sebagai neurotransmitter, namun kebanyakan berfungsi mengubah efek neurotransmitter misalkan dengan mempersingkat atau memperpanjang efek-efeknya.
• Hormone: Pembawa Pesan Jarak Jauh
Hormone merupakan pembawa pesan jarak jauh. Hormone adalah kelompok ketiga dari pembawa pesan kimiawi, terutama dihasilkan oleh kelenjar endokrin (endocrine glands). Hormone dilepaskan secara langsung ke dalam aliran darah, selanjutnya dibawa ke berbagai sel dan organ yang mungkin letaknya jauh dari asal hormone. Hormone memiliki berbagai macam tugas, mulai dari meningkatkan pertumbuhan tubuh hingga membantu alat pencernaan dan mengatur metabolisme.
Pemetaan Otak
Pemindaian otak dapat mengungkapkan bagian-bagian otak yang aktif selama seseorang mengerjakan berbagai tugas yang berbeda. Namun demikian, pemindaian otak tidak dapat mengungkapkan secara tepat mengenai apa yang sedang berlangsung, baik secara fisik maupun mental, selama mengerjakan tugas-tugas.
Menjelajahi Otak
Banyak teori modern mengenai otak mengasumsikan bahwa setiap bagian otak memiliki tugas yang berbeda, meskipun saling tumpang tindih. Asal-usul dari konsep yang dikenal sebagai lokalisasi fungsi (localization of fungtion) ini dapat ditelusuri sampai jaman Joseph Gall (1758-1828), seorang ahli anatomi Austria yang berpendapat bahwa sifat-sifat kepribadian tercermin dalam perkembangan area spesifik dari otak. Meskipun banyak yang menyebut teori phrenology dari Gall tersebut salah, namun dia tetap berjasa berkat idenya mengenai spesialisasi bagian otak.
Batang Otak
Batang otak (brain stem) merupakan bagian dari otak yang terletak di atas saraf tulang belakang. Batang otak ini terdiri dari medulla dan pons. Pons terlibat diantaranya dalam kegiatan tidur, terjaga, dan bermimpi. Sedangkan medulla (medulla) bertanggung jawab untuk fungsi tubuh yang tidak dikehendaki secara sadar, seperti bernafas dan detak jantung.
Pada batang otak juga terdapat sistem pengaktifan reticulum (reticular activing system). Sistem pengaktifan reticulum merupakan jaringan tebal dari neuron-neuron yang ditemukan di bagian tengah batang otak, system ini merangsang korteks dan menyaring.
Serebelum
Otak kecil (cerebellum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawa lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri atas dua belahan dan permukaanya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Talamus
Berada di bagian dalam interior otak. Talamus akan mengarahkan pesan-pesan sensorik yang masuk ke dalam otak, ke area yang lebih tinggi.
Hipotalamus
Hipotalamus merupakan struktur otak yang terlibat dalam emosi dan dorongan-dorongan vital untuk kelangsungan hidup, seperti takut, lapar, haus, dan reproduksi. Hipotalamus berfungsi mengatur sistem saraf otonomik.
Kelenjar Hipofisis
Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin kecil yang terletak di dasar otak, yang melepaskan banyak hormone dan mengatur kelenjar-kelenjar endokrin lainnya.
Amigdala
Amigdala (amygdale) merupakan struktur otak yang terlibat dalam stimulasi, regulasi emosi, dan respons emosional awal terhadap informasi sensorik.
Hipokampus
Hipokampus (hippocampus) merupakan struktur otak yang terlibat dalam penyimpanan informasi baru di dalam ingatan.
Serebrum
Serebrum merupakan struktur otak terbesar, terdiri dari bagian atas otak yang terbagi menjadi dua hemisfer. Serebrum ini berperan pada sebagian besar proses sensorik, motorik, dan kognitif.
Hemister Otak
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap pasien split-brain, yang korpus kolosum-nya dipotong, diketahui bahwa masing-masing hemister otak memiliki bakat tersendiri. Pada kebanyakan orang, bahasa diproses terutama oleh hemister kiri, yang umumnya memiliki fungsi khusus dalam menangani tugas-tugas yang bersifat logis, simbolik, dan berangkai.
Sedangkan pada hemister kanan, berhubungan dengan tugas-tugas special-visual, mengenali wajah, serta kreasi dan apresiasi terhadap seni maupun musik. Namun dalam kebanyakan aktivitas mental, kedua hemister ini saling bekerja sama di mana masing-masing hemsiter memberikan kontribusi.
Dua Isu dalam Penelitian Otak
Di manakah Letak Self

Ketika memikirkan tentang gumpalan jaringan yang terletak di kepala, yang dapat mengingat, bermimpi, dan berpikir, akan memunculkan sebuah pertanyaan yaitu di manakah letak diri (self) kita sebenarnya? Ini merupakan pertanyaan klasik yang telah lama direnungkan.
Banyak peneliti dan ilmuwan kognitif yakin bahwa kesatuan self merupakan sebuah ilusi. Otak beroperasi sebagai sebuah kumpulan dari modul-modul atau sistem-sistem mental yang mandiri, dan mungkin salah satu diantaranya menjadi penerjemah.
Adakah Otak Pria dan Otak Wanita
Isu kedua adalah eksistensi jenis kelamin di dalam otak. Dalam isu ini, muncul dua pertanyaan, yaitu apakah antara otak pria dan otak wanita terdapat perbedaan yang bersifat anatomis? Dan apabila ada, apakah kemudian mempengaruhi perilaku, kemampuan, atau cara memecahkan masalah pada pria dan wanita?
Dengan pemindaian otak dan berbagai tehnik lainnya telah mengungkapkan perbedaan-perbedaan antara otak pria dengan wanita. Diantaranya menyangkut lateralisasi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berkaitan dengan bahasa, apabila dibandingkan dengan pria, wanita cenderung melibatkan dua hemisfer. Meski demikian, masih terdapat banyak kontroversi mengenai perbedaan-perbedaan ini dalam kehidupan nyata.

Daftar Rujukan

Wade, C. & Tavris, C. 2007. Psikologi: Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar